“Face Recognition” Fitur Unik Untuk Pengenalan Wajah

Sebelumnya kita sudah pernah diperkenalkan dengan alat pendeteksi yang dikenal dengan Finger Print. Namun, karena ada pendapat yang mengatakan penggunaan finger print kurang efisien, maka akhirnya diciptakanlah sebuah teknologi terbaru (saudaranya finger print) yaitu Face Recognition.

Kalau biasanya finger print pake jari, sesuai dengan namanya face recognition ini menggunakan wajah kita. Kegunaanya hampir sama dengan finger print namun pastinya face recognition ini jauh lebih keren.

Nah, kalau kalian ingin tahu tentang kehebatan dari alat pengenalan dengan menggunakan wajah ini, maka kalian harus simak ulasannya dibawah ini ya.

Apa Itu Face Recognition?

Face Recognition adalah kategori baru dari perangkat lunak biometrik yang dapat memetakan fitur wajah seseorang secara matematis dan menyimpan datanya sebagai faceprint. Perangkat lunak ini menggunakan sistem algoritma untuk membandingkan pengambilan gambar langsung atau gambar digital yang kemudian disimpan pada faceprint. Ini akan berguna untuk memverifikasi identitas seseorang.

Kamera yang memiliki kualitas tinggi dalam perangkat mobile telah membuat pengenalan wajah menjadi pilihan yang layak untuk otentikasi serta identifikasi. Apple iPhone X, misalnya yang telah menggunakan teknologi face ID yang memungkinkan pengguna untuk membuka kunci ponsel mereka dengan faceprint yang dipetakan oleh kamera telepon.

Perangkat lunak telepon, yang didesain dengan model 3-D ini dapat menolak foto palsu atau memakai topeng, alat canggih ini mampu menangkap dan membandingkan lebih dari 30.000 variabel.

Face ID juga dapat digunakan untuk mengotentikasi pembelian dengan Apple Pay dan iTunes Store, App Store dan iBooks Store. Apple juga dapat mengenkripsi dan menyimpan data di faceprint tapi otentikasi berlangsung secara langsung pada perangkat.

Para pengembang alat ini dapat menggunakan Amazon Rekognition, yaitu layanan analisis gambar yang merupakan bagian dari AI Amazon. Ini akan berguna untuk menambahkan fitur pengenalan wajah dan analisis ke aplikasi.

Google akan memberikan kemampuan yang sama dengan Google Cloud pada visi APInya. Teknologi ini juga menggunakan sistem pembelajaran untuk mendeteksi, mencocokkan dan mengidentifikasi wajah, Alat ini bisa dipakai untuk tujuan apa saja yaitu bisa untuk hiburan ataupun pemasaran.

Contohnya saja pada sistem kinect yang terdapat pada sebuah game. Mereka menggunakan sistem pengenalan wajah ini untuk membedakan para pemain. Sedangkan untuk bagian pemasaran, ada sebuah smart iklan yang ada di bandara yang mampu mengidentifikasi jenis kelamin, etnisitas dan perkiraan usia para pejalan kaki. Mereka menggunakan alat ini untuk menargetkan iklan untuk seseorang.

Facebook juga menggunakan software face recognition untuk menandai seseorang yang berada dalam foto. Setiap kali seorang di tag dalam sebuah foto, maka perangkat lunak akan menyimpan karakteristik dari orang tersebut.

Setelah data yang dikumpulkan sudah cukup, perangkat lunak dapat menggunakan informasi tersebut untuk mengidentifikasi wajah sesorang ketika dimunculkan pada suatu foto baru.. Untuk melindungi privasi orang tersebut, sebuah fitur yang disebut Photo Review akan memberitahu anggota Facebook yang telah diidentifikasi

Saat ini, di Amerika Serikat belum ada undang-undang yang secara spesifik melindungi data biometrik individu. Penggunaan sistem face recognation sekarang sedang dipelajari bahkan sudah ada yang digunakan untuk keamanan bandara. Diperkirakan juga bahwa lebih dari setengah populasi Amerika Serikat telah menggunakan sistem ini.

Face Detection Menjadi Pelengkap Face Recognition

Sebenarnya sebelum face recognition ini diluncurkan, telah ada “Face Detection” yang pertama kali sudah diluncurkan terlebih dahulu. Apa itu face detection?

Disini yang dimaksud dengan face detection adalah teknologi komputer yang menentukan lokasi dan ukuran wajah manusia yang terkandung di dalam sembarang citra digital. Teknologi ini hanya mendeteksi keberadaan wajah dan menghiraukan objek lainnya seperti bangunan, pepohonan dan tubuh manusia itu sendiri.

Kedua fitur ini sama-sama diluncurkan oleh dua perusahaan raksasa internet yaitu Google dan Facebook. Face detection atau deteksi wajah telah dijadikan sebagai pelengkap untuk sistem face recognition atau pengenalan wajah.

Teknologi ini nampaknya telah membuka peluang besar untuk para developer dalam mengembangkan  Teknologi Pengenalan Wajah dengan mudah di situs mereka. Yah, walaupun sebelumnya sudah ada sebuah Fungsi Library yang berbasis Open Source untuk Pengenalan Wajah yang disebut dengan OpenCV (Open Source Computer Vision) tapi mereka merasa sistem ini juga akan berguna.

Kehadiran fitur ini tidak hanya berguna untuk keamanan facebook dan google saja, melainkan ini juga dapat dijadikan sebagai peluang emas untuk pihak ketiga. Sistem ini dapat mereka buat untuk mendata seluruh penduduk di dunia secara tidak langsung.

Coba kalian bayangkan saja kalau semua orang sudah menggunakan sistem ini pada facebook mereka, maka ini akan mempermudah kita untuk mencari seseorang.( kira-kira buat nyari jodoh yang hilang bisa gak ya hehe).

Akan tetapi ada beberapa Pakar Keamanan komputer dan Aktivis Kemanusiaan yang katanya sempat memprotes penerapan teknologi ini, katanya sih karena melanggar Privasi, bahkan Facebook sempat di tuntut tentang penyalahgunaan teknologi ini.

Walaupaun pernah terjadi hal seperti itu, Teknologi Pengenalan Wajah tak berhenti disitu saja. Inovas-inovasi terbaru pun dilakukan untuk menyempurnakan teknologi ini seperti Mood Detection.

Dimana ketika kita mengupload Foto di jejaring sosial dalam keadaan emosi  seseorang bisa mengetahuinya kalau kita sedang dalam perasaan jengkel ( meskipun tanpa caption ) sehingga ini akan memungkinkan untuk menganalisis tingkah laku dan pola hidup seseorang bahkan suatu wilayah, lingkungan atau penduduk tertentu.

Pengenalan wajah pun sekarang ini sudah di integrasikan di ponsel pintar (smartphone) seperti android dan ipad. Penggunaan teknologi ini tak terbatas tempat dan waktu lagi karena pengguna setiap saat dapat mengupload foto dan videonya kapan saja dimana saja dan memungkinkan akurasi analisis dari Pengenalan wajah khususnya Mood Detection semakin tepat.

Prosedur Dalam Sistem Pengenalan Wajah

Dikatakan bahwa jika didalam software face recognition menggunakan model 3D maka diklaim akan memiliki tingkat akurasi yang lebih tinggi. Face recognition yang menggunakan sistem 3D ini dapat menangkap foto permukaan wajah manusia secara 3D.

Alat ini dapat mengenali bagian-bagian khusus pada wajah manusia, seperi pada jaringan otot dan tulang wajah yang menonjol, seperti bentuk cekungan mata, hidung dan dagu. Face recognition 3D ini jyga dapat mengenali wajah manusia dalam kegelapan dan dari sudut pandang yang berbeda, hingga 90 derajat.

Nah, beginilah proses dari sistem pengenalan wajah.

  • Deteksi

Pengambilan foto wajah manusia yang dilakukan dengan men-scan foto 2D secara digital atau menggunakan video untuk mengambil foto wajah 3D.

  • Penjajaran

Ketika berhasil mendeteksi wajah, software akan menentukan posisi, ukuran dan sikap kepala. Software 3D ini akan mampu mengenali foto wajah hingga 90 derajat, sementara pada software 2D, posisi kepala harus menghadap kamera paling tidak 35 derajat.

  • Pengukuran

Alat yang satu ini dapat mengukur lekukan yang ada di wajah dengan menggunakan skala sub-milimeter (microwave) dan membuat template.

  • Representasi

Template tersebut akan diterjemahkan ke dalam sebuah koe unik, yang dapat merepresentasikan setiap wajah.

  • Pencocokan

Kalau foto pada wajah yang telah direpresentasikan dan ketersediaan foto wajah dalam database sama-sama 3D, proses pencocokan dapat langsung dilakukan. Namun, saat ini masih ada tantangan untuk mencocokkan represenntasi 3D dengan database foto 2D.

Teknologi baru kini tengah menjawab tantangan ini. Ketika foto wajah 3D diambil, maka perangkat lunak iniakan mengidentifikasi beberapa titik (biasanya tiga titik) antara lain mata bagian luar dan dalam, serta ujung hidung.

Berdasarkan hasil pengukuran ini, perangkat akan mengubah gambar 3D menjadi 2D dan membandingkannya dengan gambar 2D yang ada dalam database.

  • Vertifikasi atau Identifikasi

Verifikasi adalah pencocokkan satu berbanding satu, misalnya foto wajah yang diambil akan dicocokkan dengan database dari DPO kasus perampokan. Software ini akan langsung memeberitahukan identitas DPO tersebut.

Sedangkan identifikasi adalah pembandingan foto wajah yang diambil dengan seluruh gambar yang memiliki kemiripan dalam database, termasuk DPO dari kasus lain.

  • Analisis Tekstur Wajah

Kemajuan dalam perangkat face recognition adalah penggunaan biometric kulit atau keunikan tekstur kulit untuk meningkatkan akurasi hasil pencocokkan. Namun, masih ada beberapa factor yang bisa menyebabkan proses analisis tekstur ini tidak dapat bekerja, misalnya pantulan cahaya dari kacamata atau foto wajah yang menggunakan kacamata matahari.

Faktor penghambat analisis lainnya adalah rambut panjang yang menutupi bagian tengah wajah, pencahayaan yang kurang tepat (yang mengakibatkan foto wajah menjadi kelebihan atau kekurangan cahaya), serta resolusi yang rendah (foto diambil dari kejauhan).

Manfaat Dari Penggunaan Sistem Pengenalan Wajah

Mungkin kalian sudah tahu tentang alat pintar yang satu ini, Akan tetapi, mungkin kalian akan bertanya-tanya tentang bagaimana alat ini bisa memberi keuntungan kalian. Di masa lalu, pengguna utama fitur pengenalan wajah adalah agensi penegak hukum. Mereka menggunakan sistem ini untuk melihat wajah-wajah acak di kerumunan.

Beberapa agensi pemerintah juga menggunakannya untuk keamanan dan mengeliminasi kecurangan saat Pemilihan Umum. Pemerintah AS baru-baru ini memulai suatu program yang disebut US-VISIT (United States Visitor and Immigrant Status Indicator Technology), yang ditujukan untuk turis asing yang masuk ke Amerika Serikat. Program ini  akan membandingkan sidik jari dan foto turis ketika mengurus visanya dengan pusat data kriminal dan tersangka teroris.

Ketika sistem menjadi semakin murah, penggunaannya pun menjadi semakin tersebar dan sekarang pengenalan wajah juga kompatibel dengan kamera dan komputer yang digunakan di bank dan bandara.

TSA (Transportation Security Admission) saat ini juga tengah menguji program Registered Traveler. Program ini akan melakukan pemindaian dalam waktu cepat untuk para pelanggan yang dengan sukarela memberikan informasi dan menyelesaikan perkiraan ancaman keamanan. Di bandara akan ada antrean khusus untuk Registered Traveler yang akan bergerak lebih cepat dengan memverifikasi turis dari fitur wajah mereka.

Aplikasi potensial ini diletakkan pada sistem keamanan ATM dan tempat pencairan cek. Ini dikarenakan fiturnya mampu dengan cepat memverifikasi wajah pelanggan. Setelah pelanggan memberikan izin, kios ATM atau tempat pencairan cek akan mengambil gambar digital pelanggan, lalu software akan menghasilkan faceprint dari foto tersebut untuk melindungi pelanggan dari pencurian identitas atau penipuan transaksi.

Dengan menggunakan fitur pengenalan wajah, tidak diperlukan lagi foto KTP, kartu bank atau nomor identifikasi pribadi (PIN) untuk memverifikasi identitas pelanggan. Dengan cara ini, maka ini dapat menghindari terjadinya penipuan.

Wah, ternyata keren banget ya sistem face recognition ini. Kalau  ini dipasang pada smartphone kita, pastinya ponsel kita akan lebih aman donk dari tangan orang-orang yang iseng. Benar kan guys.

Related Articles

Close