Bisakah Manusia Hidup Di Planet Mars? Simak Disini Jawabannya

Sudah fakta jika planet bumi ditinggalin oleh manusia, akan tetapi pernahkah kamu bertanya-tanya apakah masih ada planet lain yang bisa ditinggalin manusia? Ya, tentu saja diantara kalian ada yang berpikiran seperti itu. Kalau dipikir-pikir kenapa hanya bumi ya?

Nah dalam artikel kali ini kita akan membahas salah satu planet yaitu Mars. Ada pendapat bahwa Mars bisa dihuni manusia, namun ada juga pendapat yang menyatakan bahwa Mars tidak bisa dihuni atau ditinggalin manusia. Menurut kamu mana nih yang benar? Daripada penasaran dengan jawabannya, yuk kita simak sama-sama artikel di bawah ini.

Mengenal Planet Mars

Mars merupakan salah satu anggota dari planet yang berada dalam tata surya. Nama planet ini berasal dari nama Dewa Perang Yunani. Berdasarkan dari namanya dalam astronomi Babilonia, planet ini diberi nama Negral, Dewa api, Perang atau kehancuran. Mars mendapatkan nama tersebut diperkirakan karena warnanya yang kemerahan. Planet ini juga sering dijuluki sebagai planet merah.

Warna kemerah-merahan tersebut disebabkan oleh adanya besi oksida di permukaan Planet Mars. Dalam penjelasan lain, Planet Mars adalah planet bebatuan dengan atmosfer yang sangat tipis. Mars ini adalah planet ke empat terdekat dari Matahari.

Planet Mars adalah terkecil ke 2 setelah merkurius. Merkurius memiliki diameter 4879 km sedangkan Mars 6792 km. Kecilnya ukuran planet mars diperkirakan akibat adanya celah pada nebula matahari di dekat orbit Mars saat awal terbentuk.

Mars memiliki luas daratan yang hampir sama dengan Bumi. Walaupun Mars hanya memiliki 15% volume Bumi dan sekitar 10% lebih massa Bumi, tapi sebanding karena dua pertiga permukaan Bumi digenangi air. Gravitasi permukaan Mars hanya 37% dari Bumi (berarti kamu bisa melompat hampir tiga kali lebih tinggi di Mars). Tanah di Mars terdiri dari beberapa unsur penyusun. Unsur penyusun tanah di Mars seperti magnesium, sodium, potasium dan klorida

Permukaan planet Mars terdiri dari besi berkarat atau besi oksida. Terdapatnya besi tersebut dimulai sekitar 4,5 miliar tahun yang lalu. Sekumpulan besi memang terdapat disebagian besar planet muda saat pertama kali terbentuk. Berbeda dengan bumi yang besinya berada pada inti, Planet Mars keberadaan besi tersebut tersebar pada bagian permukaan.

Dalam beberapa misi NASA ke mars mereka telah berhasil menemukan gunung tertinggi di Tata Surya yaitu di Planet Mars dan dinamai dengan nama Olympus Mons. Olympus Mons adalah sebuah gunung berapi perisai yang memiliki ketinggian 21 km dan berdiameter 600 km.

Volumenya kira-kira seratus kali lipat dari Gunung Mauna Loa, Hawai dan 3 kali lebih tinggi dari gunung Everest. Selain gunung tertinggi di Mars, lembah terbesar di Tata Surya juga ditemukan di Mars dan dinamai dengan Lembah Valles Marineris.

Mars memiliki dua satelit alami yaitu Phobos dam deimos. Satelit ini berukuran kecil, kedua satelit ini dianggap sebagai asteroid yang terjebak oleh gravitasi Mars. Satelit Phobos adalah satelit yang mengorbit Mars dalam radius 6.000 km dan menurut ahli tidak ada satelit alami lain yang mengorbit planet sedekat itu. Diperkirakan satelit phobos akan menabrak Mars setelah 50juta tahun yang akan datang, karena setiap 100 tahun satelit Phobos mendekati Mars sejak 1,8 m.

Satelit Deimos adalah satelit Mars yang lebih kecil dari satelit Phobos. Diameter nya pun hanya 15 km. Dan orbit dari satelit Deimos ini berjarak sekitar 20.000 km dan cenderung stabil, tidak mendekati Mars seperti yang terjadi pada Phobos.

Jarak planet Mars dengan Matahari lebih jauh jika dibandingkan dengan jarak Bumi dengan matahari. Mars mengorbit matahari pada jarak rata-rata 141 juta mil (sekitar 1,5 AU) dan memerlukan waktu 686,93 hari untuk mengorbit matahari. Orbit planet Mars ini berbentuk agak lonjong.

Dalam mengorbit Matahari, planet Mars berotasi pada sumbunya dengan periode 24 jam 36 menit 23 detik. Sumbu rotasinya tegak lurus terhadap bidang orbitnya, namun membentuk sudut 25 terhadap garis yang tegak lurus bidang ini.

Sumbu kemiringan rotasi mengakibatkan terjadinya perubahan musim seperti yang terjadi dibumi. Mars memiliki musim seperti Bumi, tetapi mereka bertahan dua kali lebih lama. Ini karena kemiringan Mars pada porosnya sekitar 25,19 derajat yang mirip dengan kemiringan aksial Bumi (22,5 derajat).

Planet Mars memiliki suhu yang lebih dingin dari Bumi. NASA memperkirakan temperatur di Mars memiliki suhu tertinggi 44 derajat fahrenheit atau 6 celcius derajat, saat waktu sore. Sementara suhu rata-rata di sana minus 80 derajat fahrenheit atau minus 60 derajat celsius. Saat musim salju melanda Mars, temperaturnya menurun menjadi minus 195 derajat fahrenheit atau minus 125 derajat celsius. Pada musim panas, suhu di Mars hanya sampai 70 derajat fahrenheit atau 20 derajat celsius.

Benarkah Manusia Bisa Hidup Di Planet Mars?

Mars adalah planet yang kemungkinan bisa dijadikan tempat tinggal selain bumi dari beberapa planet yang tengah diteliti oleh NASA. Apalagi, baru-baru ini Badan Antariksa Amerika itu menemukan kandungan air yang terdapat di dalam permukaan Planet Merah tersebut. Kontan, spekulasi bahwa Mars layak ditinggali manusia pun mencuat.

Selain itu, saat malam hari di sekitar bebatuan di permukaan Mars, embun beku akan terbentuk. Akan tetapi, saat fajar tiba suhunya mulai menghangat sehingga embun tersebut menguap. Selama proses evaporasi, tingkat kelembapan bisa mencapai 100%. Dengan kelembapan yang tinggi, peluang Mars untuk bisa dihuni oleh koloni manusia semakin besar. Tapi proses penguapan itu hanya terjadi di pagi hari saja.

Benar atau salah dan pasti atau tidaknya, semua masih menjadi tanda tanya besar. Yang pasti, NASA memang masih mencari titik terang apakah planet yang memiliki bulan Phobos dan Deimos ini akan bisa dihuni umat manusia di masa mendatang.

Hal Yang Membuat Manusia Mustahil Untuk Hidup Di Planert Mars

Penelitian untuk hidup di Mars memang belum jelas, sebagian peneliti mengungkap bahwa kemungkinan manusia untuk tinggal di Mars masih sangat minim. Ada beberapa alasan yang menyebabkan Mars sangat mustahil untuk dihuni seperti berikut ini:

  • Gravitasi

Tingkat gravitasi di Mars diketahui sebesar 38 persen sehingga masih bisa memungkinkan bagi para manusia untuk dapat berjalan di Mars. Namun salah satu kendalanya manusia tidak akan bisa bergerak dengan leluasa karena terbatas oleh tingkatan gravitasi Planet Merah. Bahkan kondisi gravitasi `One-G` yang mana mampu menggerakan skeletal, muscular, cardiovascular-nya dengan baik.

  • Atmosfer

Planet Mars memiliki lapisan atmosfer Bumi 100 kali lebih padat yang terbuat dari 78 persen nitrogen, 21 persen oksigen dan 1 persen kumpulan gas dengan kandungan karbondioksida sebanyak 96 persen yang mana sangat beracun bagi manusia. Bahkan sisa lapisan atmosfer memiliki kandungan kumpulan gas argon, nitrogen dan gas berbahaya lainnya yang pastinya tidak bisa menjamin kehidupan manusia.

  • Tanah Mars Beracun

Menurut NASA, tanah di Mars mengandung garam bernama perklorat. Kabar buruknya, perklorat di Mars memiliki konsentrasi tinggi dan dianggap sangat berbahaya bagi manusia. Di Bumi, perklorat dipakai sebagai bahan baku bahan bakar roket.

Di sisi lain, perklorat terdaftar sebagai zat yang mencemar lingkungan. Kontak jangka panjang terhadap perklorat membuat fungsi kelenjar tiroid terganggu. NASA pun mengaku bila tanah di Mars tidak bisa asal ditanami tumbuhan. Bahkan, hanya dengan menyentuh tanah di Mars bisa membuat manusia keracunan.

  • Perubahan Temperatur

Temperatur menjadi salah satu kendala besar manusia untuk bisa hinggap di Mars. Bertahan hidup di planet Mars dengan kondisi temperaturnya yang sangat susah sebab perubahannya yang benar-benar esktrim khususnya pada musim-musim tertentu yang udaranya bisa berada di kisaran normal 30 derajat tetapi lalu tiba-tiba berubah menjadi lebih dari minus 100 derajat pada ketika malam hari datang, maka tak mudah bagi manusia hidup di planet mars. Oleh karena itu, banyak ilmuwan mengatakan bila manusia tidak akan mampu bertahan di Mars tanpa bantuan teknologi.

  • Tidak Ada Suplai Makanan

Manusia pasti memerlukan bahan makanan apabila ingin bertahan hidup, meskipun para astronot sudah membawa bahan makanan dari bumi tetapi pasti saja makanan tersebut akan cepat habis. Sebab itulah mereka memerlukan suplai makanan yang tak habis-habis supaya mereka bisa terus bertahan hidup.

Untuk ini bisa saja mempercayakan suplai makanan dari bumi, tetapi untuk mengangkat makanan langsung dari bumi maka diperlukan waktu yang panjang hingga berbulan-bulan. Sebab itulah mereka membuat sebuah suplai makanan yang bisa diproduksi langsung di Mars. Jika tidak, maka manusia akan mati kelaparan di sana.

  • Infrastruktur

Meski Mars telah diungkap dapat memiliki kemungkinan untuk menumbuhkan tanaman, namun hal tersebut masih diragukan. Kelembapan suhu Mars nyatanya masih sulit dikontrol. Jika tanaman yang ditumbuhkan di Mars mendapatkan bantuan kandungan oksigen berlebih, maka risiko ledakan besar akan terjadi. Sayangnya, masih sedikit yang menganggap ini sebagai hal serius.

Mars memiliki kelembapan suhu yang masih sulit dikontrol sehingga sulit jika ada kehidupan manusia di planet ini. Ketika sebuah atmosfer semakin tipis, logikanya suhu cenderung akan sangat dingin. Kejadian ini membuat setiap air yang ada di permukaan Mars akan membeku. Ini membuat kehidupan di planet Mars akan sangat susah untuk dihuni karna manusia harus membangun infrastrukur yang sangat canggih agar manusia bisa bertahan.

  • Bakteri Planet

Mars bukanlah Bumi. Yang jelas, ekosistem serta makhluk hidup mikroba yang ada di Planet Merah tersebut sangat beda jika dibandingkan dengan Bumi. Para peneliti menduga terdapat space germs (bakteri planet) yang ‘hidup’ di udara Planet Mars.

Meski belum diusut secara mendalam, ini menjadi salah satu persoalan penting. Mengingat kejadian para astronot Apollo yang harus dikarantina selama 21 hari karena ditakutkan mengidap space germs setelah kembali dari Bulan.

  • Badai Debu Seminggu

Musim panas di Mars tidak berlangsung tiap tahun seperti di Bumi, tetapi hanya sekali dalam dua tahun. Tetapi, musim panas yang jarang itu bisa memanaskan permukaan Mars dan menerbangkan debu-debu di atasnya. Dan parahnya lagi, badai itu bisa berlangsung selama 1 minggu dan membuat kegelapan total. Alhasil, tanaman hingga alat-alat manusia yang menggunakan tenaga matahari tidak bisa hidup selama masa itu.

  • Kondisi Mental

Apa bisa manusia hidup di planet mars dengan kondisi mental yang lemah? Inilah yang menjadi ‘beban’ para astronot jika memang nanti mereka dikerahkan untuk terbang di Mars. Delapan bulan perjalanan ke Mars tentunya akan ‘mengacak’ kondisi mental mereka. Maka dari itu, mental para astronot harus dilatih agar tahan banting ketika berada di luar angkasa.

Demikianlah penjelasan mengenai planet Mars di atas tersebut beserta jawaban apakah manusia bisa hidup di planet tersebut. Ya intinya planet Mars memang tidak bisa dihuni oleh manusia karena hal-hal yang tidak memungkinkan yang sudah kita bahas di atas tadi. Untuk itu, sekian dulu petemuan kali ini dan sampai jumpa lagi…

Related Articles

Close