Pengertian, Fungsi Serta Jenis Level Pada Transmitter

Seiring berjalannya waktu, kebanyakan orang tidak mengetahui kalau para ilmuan sudah banyak sekali mengeluarkan beberapa produk teknologi yang canggih pada masa modern ini. Salah satunya Transmitter yang merupakan alat ukur elektronik yang berfungsi untuk mengukur ketinggian suatu medium baik itu liquid, gas ataupun solid. Ingin mengetahuinya lebih dalam lagi? Yuk mari simak ulasannya berikut dibawah ini.

Pengertian Transmitter

Transmitter (Pemancar) ialah sebuah alat untuk mengukur atau mengubah suatu besaran atau energi ke dalam bentuk sensing element yang terjadi dari suatu proses alat ukur (sensor), dimana transmitter kemudian mengubah sinyal yang diterima dari sensor menjadi sinyal standart. Berdasarkan besaran yang perlu ditransformasikan, transmitter juga dapat digolongkan sebagai transmitter temperatur, transmitter tinggi permukaan, transmitter aliran. Transmitter juga dapat dihubungkan dengan berbagai alat penerima seperti instrument penunjuk, alat pencatat, pengatur yang mempunyai sinyal masukan yang standart.

Transmitter juga merupakan bagian dari komponen yang diperlukan disemua perangkat elektronik yang melakukan komunikasi melalui radio, seperti stasiun penyiaran radio dan televisi, telepon seluler, walkie-talkie, jaringan komputer nirkabel, perangkat berkemampuan Bluetooth, pembuka pintu garasi, radio dua arah dalam pesawat, kapal, pesawat ruang angkasa, set radar dan suar navigasi.

Transmitter (Pemancar) biasanya menggunakan beberapa peralatan yang terbatas dan menghasilkan gelombang radio untuk tujuan komunikasi atau radiolokasi, seperti radar dan pemancar navigasi. Generator gelombang radio untuk pemanasan atau keperluan industri, seperti oven microwave atau peralatan diatermi, biasanya tidak disebut pemancar, meskipun mereka sering memiliki sirkuit serupa.

Besar tekanan udara yang digunakan pada alat ukur ini ialah sekitar 3 sampai 15 psi. Sistem ini adalah sistem lama sebelum munculnya era elektrik. Sistem transmisi elektronik adalah transmisi menggunakan sinyal elektrik untuk mengirimkan sinyal. Range yang digunakan untuk transmisi ini adalah 4 sampai 20 mA dan 1 sampai 5 VDC.

Dalam ilmu instrumentasi, telah dikenal dua sistem sinyal yang dapat dipergunakan pada transmitter yaitu sinyal pneumatik dan sinyal elektrik. Berdasarkan kedua sistem tersebut transmitter dapat digolongkan menjadi dua jenis yaitu:

  • Transmitter Elektrik
  • Transmitter Pneumatik

Umumnya sistem dari transmitter ini adalah merupakan jalur pengirim sinyal dari alat perasa ke kontroler dan dari kontroler ke pengatur akhir (control valve).

Fungsi Transmitter

Transmitter juga memiliki fungsi sebagai pengirim sinyal, atau ada juga yang mengkonversi besaran yang diinginkan. Selain ditransmisikan ke controller (control room), transmitter juga memiliki display di lapangan yang digunakan untuk pengecekan secara manual. Biasanya besaran yang ditunjukkan disebuah lapangan hanya beberapa persen dari tekanan tersebut. Maka situ, bisa dikonversikan menjadi berapa flowrate (jika mengukur flow) atau berapa level (jika mengukur kedalaman), dan sebagainya.

Ada juga transmitter yang kemunculan nilai besarannya sudah berupa besaran yang diinginkan misalkan mengukur flow dengan differential pressure. Pada transmitter bisa langsung menunjukkan berapa besar flownya, bukan berapa besar differential pressurenya. Semakin baru teknologi yang digunakan maka akan semakin bagus juga performa dari transmitter tersebut.

Selain itu, Transmitter memilliki kegunaan yang memberikan sinyal standart berupa sinyal pneumatik atau sinyal listrik dari besaran proses (process variable) yang diukur ke peralatan lain yang membutuhkannya antara lain sebagai berikut:

  1. Peralatan lain seperti indikator, recorder yang bekerja dengan standart sinyal yang sama.
  2. Memungkinkan pengiriman sinyal kepada jarak yang cukup jauh dan cepat serta aman.
  3. Menekan biaya pengoperasian maupun biaya pemeliharaan.

Jenis-jenis Level Pada Transmitter

Berikut ada beberapa jenis level atas pengukuran pada Transmitter, antara lain sebagai berikut:

1. Level Transmitter dengan metode konductif

Pengukuran level secara konduktifitas adalah metode sederhana yang dilakukan dari pendeteksi level yang dapat dipakai untuk material yang konduktif secara listrik di dalam pipa, tangki atau container, yang berarti bahwa setiap bagian yang terpisah melakukan pengukuran konduktifitas.

2. Level Transmitter dengan metode diffrensial pressure

Alat ukur ini memanfaatkan prinsip kerjanya sebagai pendeteksian perbedaan tekanan medium. Dalam tank, dimana perbedaan tekanan tersebut dipengaruhi oleh ketinggian tangki dan spesifik gravity suatu medium yang diukur dalam tanki dengan metode cell membran atau diafragma dengan memanfaatkan sensor kapasitif.

3. Level Transmitter dengan metode radar

Radar merupakan singkatan dari “Radio Detection and Ranging”. Level transmitter dengan metode radar adalah alat instrument yang berfungsi untuk melakukan pengukuran ketinggian medium dalam tangki dengan memanfaatkan gelombang elektromagnetik untuk mengidentifikasi keberadaan suatu benda (arah dan kecepatan dari objek). Gelombang elektromagnetik tersebut bisa terpantul jika terdapat perbedaan dengan kerapatan atom yang begitu besar antara sebuah objek dengan lingkungan di sekitarnya.

Pantulan gelombang elektomagnetik tersebut akan terpancar sesuai dengan besar panjang gelombangnya dan bentuk dari objek pemantulnya. Jika panjang gelombang yang dipancarkan lebih pendek dari ukuran objek yang ada maka gelombang tersebut akan dipantulkan kembali seperti gelombang cahaya yang terpantul pada sebuah cermin.

4. Level Transmitter dengan metode guide radar

Level Transmitter dengan metode guide radar mempunyai prinsip pengukuran hampir sama dengan level radar tetap memanfaatkan sinyal gelombang elektromaknetik untuk mengidentifikasi keberadaan suatu medium (arah dan kecepatan dari objek) tetapi pada guide radar memiliki rode atau rope sebagai antena sensor yang langsung bersentuhan langsung ke medium dalam tangki. Tinggi level yang dapat diukur sama dengan panjang stik rode atau rope level tersebut dimana panjang stik rode atau rope level mewakili panjang LN pada level transmitter.

5. Level Transmitter dengan metode ultra sonic

Level ini bekerja berdasarkan prinsip pantulan adanya gelombang suara, dimana sensor ini menghasilkan gelombang suara yang kemudian menangkapnya kembali dengan perbedaan waktu sebagai dasar penginderaannya. Perbedaan waktu antara gelombang suara dipancarkan dengan ditangkapnya kembali gelombang suara tersebut adalah berbanding lurus dengan jarak atau tinggi objek yang memantulkannya.

6. Level Transmitter dengan metode sinyal radioaktif

Sumber radioaktif yang digunakan adalah Censium Cs137 atau kobalt Co60. Detector merubah radiasi yang lemah tersebut menjadi sinyal yang proportional, sinyal ini kemudian diolah & di evaluasi oleh pemancar dan dikonversikan menjadi sinyal standar 4 sampai 20mA.

Detector radiasi sederhana yang digunakan adalah tabung Geiger Muller, Detector ini paling sering diidentikkan dengan penghitung Geiger yang membuat suara klik keras dan dramatis bila terkena radiasi. Komponen kerja detektor ini adalah silinder logam yang bertindak sebagai salah satu elektroda dan diisi dengan gas inert, sebuah kawat tipis di pusat bertindak sebagai elektroda lainnya.

Apa Saja Pengolahan Transmitter?

Ada beberapa pengolahan sinyal pada radio transmitter, antara lain sebagai berikut:

  • Mikrofon

Mikrofon ialah sebuah alat yang digunakan untuk mengubah suara pembicara menjadi suara yang mempunyai sinyal elektronis. Sistem kerja pada mikrofon yaitu ketika seseorang berbicara, maka nada-nada suara akan membuat getaran-getaran dari kolom-kolom udara yang kemudian menghasilkan sinyal informasi suara pembicaraan. Getaran-getaran ini kemudian diteruskan ke transmitter, di mana kemudian diafragma dari transmitter tersebut akan bereaksi dan bergetar.

  • Modulator

Alat yang digunakan untuk memodulasi sinyal pembawa yang frekuensinya lebih tinggi oleh sinyal informasi yang frekuensinya lebih rendah. Modulasi ada 2 jenis yaitu Modulasi Amplitudo (AM) dan Modulasi Frekuensi (FM).

  • Penguat Amplifier

Penguat Amplifier ialah alat yang digunakan untuk memperkuat sinyal yang akan dikirim yang masih tergolong lemah menjadi sinyal yang lebih kuat dan siap untuk digunakan. Besarnya penguatan ini tergantung dari gain power itu sendiri. Pada tahap ini besaran yang dikuatkan tergantung dengan kebutuhan dan aplikasinya, mungkin dilakukan penguatan arus, tegangan, atau daya. Pada amplifier terdapat penala, filter audio, equalizer.

  • Encoder

Encoder merupakan alat untuk menyandikan sinyal listrik yang telah dirubah dari sinyal informasi yang asli. Proses dari encoder yaitu sinyal informasi asli yang telah dirubah menjadi sinyal listrik disandikan dalam bentuk biner, hal ini dilakukan agar proses pengolahan sinyal dapat diteruskan atau dilanjutkan. Sistem yang menggunakan line encoding, tetapi tidak melibatkan modulasi disebut sistem transmisi baseband.

  • Penala

Sebuah alat dimana fungsinya untuk memilih gelombang pada sebuah radio. Namun pada radio transmitter tidak selalu ada.

  • Antena

Antena dalam Komunikasi Gelombang Radio, untuk daerah frekwensi >30Mhz, antena yang sering digunakan dalam komunikasi gelombang radio adalah antena VHF dan UHF.

  • Mixer (Up Converter)

Mixer amplifier merupakan bagian yang berfungsi mencampurkan dua input atau lebih menjadi satu keluaran, misalkan sinyal radio dan tape recorder atau lainya. Maka pada bagian output akan terdengan suara sinyal input secara bersamaan atau tercampur.

Demikian pembahasan mengenai “Transmitter”. Mungkin, sebagian dari kalian banyak yang belum mengetahui hal ini. Dengan adanya artikel ini, semoga bisa menambah wawasan kamu.

Related Articles

Close