Ada, Namun Beberapa Hewan Ini Sulit Ditemui

Manusia telah hidup di Bumi lebih dari 200.000 tahun yang lalu. Sejak saat itu juga manusia telah menempati berbagai lokasi mulai di daratan hingga di atas air (lautan). Menurut ilmu pengetahuan, terdapat beberapa dekade terakhir telah mengidentifikasi bahwasannya terdapat 2 juta spesies tanaman, hewan dan mikroba di Bumi.

Namun dari 2 juta spesies hewan, ada terdapat beberapa hewan yang dimana sulit untuk ditemukan keberadaannya atau bisa dikatakan sudah mulai punah. Penasaran apa saja hewan tersebut? Yuk mari simak ulasan berikut ini secara lengkap. Cekidottt..

Penjelasan Mengenai Fauna / Hewan

Fauna ataupun sering disebut hewan, binatang, margasatwa (satwa) yang merupakan makhluk hidup yang mampu beradaptasi di berbagai lingkungan. Hewan bisa hidup bisa di darat, laut, air tawar, kutub dan padang pasir (gurun). Makanan hewan sedikit berbeda dengan manusia, ada yang memakan rumput, daging, ataupun ada yang mengonsumsi bahan organik.

Sebagai bagian dari makhluk hidup, hewan juga menghirup oksigen menggunakan paru-paru, dapat bergerak, bereproduksi secara seksual, dan tumbuh dari bola sel yang berongga, blastula, selama perkembangan embrio. Namun sebagian besar spesies hewan yang hidup diklasifikasikan dalam Bilateria, klad yang anggotanya memiliki bangun tubuh simetris bilateral. Bilateria mencakup protostoma yang di dalamnya terdapat banyak kelompok invertebrata, seperti nematoda, artropoda, dan moluska dan deuterostoma, yang mencakup echinodermata dan chordata (termasuk vertebrata).

Sebuah pembelajaran mengenai hewan (Zoologi) yang membahas lebih dari 1,5 juta spesies hewan yang masih hidup telah dideskripsikan bahwasannya sekitar 1 juta adalah serangga tetapi diperkirakan ada lebih dari 7 juta spesies hewan secara total. Hewan memiliki panjang dari 8,5 mikrometer sampai 33,6 meter dan memiliki interaksi yang rumit dengan satu sama lain dan lingkungannya, membentuk jaring-jaring makanan yang rumit.

Hewan juga memilki ciri-ciri, antara lain sebagai berikut:

  1. Hewan merupakan mahluk hidup eukariotik multiselular (kelompok metazoan)
  2. Hewan tidak melakukan kegiatan fotosintesis
  3. Hewan termasuk mahluk hidup heterotroph dan memperoleh energi dengan cara memakan mahluk hidup lain
  4. Secara khas hewan bereproduksi secara aseksual
  5. Sel hewan tidak memiliki dinding sel
  6. Hewan mampu merespons dengan cepat terhadap rangsang dari luar. Dimana kemampuan tersebut merupakan hasil aktivitas sel saraf, otot (jaringan kontraktif), atau keduanya
  7. Hewan merupakan mahluk hidup yang motil (aktif bergerak) selama tahap tertentu dalam siklus hidupnya
  8. Hewan yang diam (stasioner) sekalipun, misalnya hewan spons, memiliki tahap motil berupa larva yang berenang

Jenis-jenis Hewan Langka

1. Berang-berang Raksasa (Pteronura brasiliensis)

Pteronura brasiliensis merupakan hewan pengerat yang berasal dari Amerika Utara dan Eropa serta hidup di dua tempat yaitu di air dan darat. Namun, dikawasan tropis sekalipun hewan ini bisa hidup. Berang-berang raksasa ditemukan pada sungai sebelah timur yang memiliki panjang sampai dua meter.

Berang-berang raksasa juga bisa mengatasi predator alami seperti jaguar, macan tutul, dan caiman (sejenis buaya), yang dimana berang-berang memiliki sifat yang gemar bersosialisasi, penuh keingintahuan, dan suka berteman membuat mereka jadi sasaran empuk para pemburu.

Kulit berang-berang pernah menjadi barang yang paling dicari, sebab memiliki kualitas yang sangat bagus dan bisa menimbulkan akibat yang sangat mengerikan. Perdagangannya kemudian dilarang pada 1975 namun berang-berang raksasa yang tersisa sekarang terancam karena habitatnya di Amazon, makin tergusur pemukiman manusia.

2. The Mariana snailfish (Pseudoliparis swirei)

The Mariana snailfish merupakan ikan kecil yang berukuran seperti kecebong. Panjang yang dimiliki ikan ini tidak lebih dari 4 inci (atau 11,2 centimeter). Meskipun kecil, ikan itu menjadi predator dalam komunitas seukurannya. Ikan kecil itu hidup di 26.200 kaki (atau 8.000 meter) di bawah permukaan laut di Palung Mariana, palung terdalam di dunia yang terletak di Samudra Pasifik barat.

3. Laba-laba Pemburu Raksasa (Heteropoda maxima)

Sama seperti jenis laba-laba lainnya, yang dimana terletak sedikit perbedaan pada kaki yang mencapai panjang 30 sentimeter. Laba-laba ini juga banyak diperbincangkan ketika ditemukan pada tahun 2001 oleh Dr. Peter Jaegar dari Universitas Johannes Gutenberg di Mainz, Jerman.

Jaegar mengatakan sorotan begitu besar yang pada akhirnya berdampak buruk pada laba-laba itu sendiri. Yang dimana belum ada aturan tentang perdagangannya, padahal ia mempunyai minat yang sangat tinggi untuk menjadikan hewan ini sebagai peliharaan.

4. Nymphister Kronaueri

Sama seperti spesies lainnya, hewan kumbang semut tentara ini berasal dari Kosta Rika, Amerika Tengah. Kumbang ini memiliki panjang sekitar 1,5 milimeter. Yang dimana mereka hidup secara eksklusif di antara satu spesies semut tentara, Eciton Meksiko. Eciton menghabiskan waktu dua sampai tiga minggu untuk melakukan razia setiap hari untuk menangkap ribuan mangsa. Lalu menghabiskan dua hingga tiga minggu di satu lokasi.

5. Kodok Goliath (Conraua goliath)

Kodok merupakan binatang amfibi pemakan serangga yang hidup di air tawar atau di daratan, berkulit licin, berwarna hijau atau merah kecokelat-cokelatan, kaki belakang lebih panjang, pandai melompat dan berenang.

Kodok juga memiliki beragam jenis ukuran yang dimana terdapat pula kodok terbesar di dunia yang beratnya bisa mencapai berat badan bayi yang baru lahir, yaitu sekitar 3,2 kilogram. Walau tubuhnya besar, kodok ini tetap pada naluri alami sebagai amfibi untuk bersembunyi. Warnanya yang hijau berbintik-bintik membuat mereka cocok berkamuflase di bebatuan berlumut.

Kodok Goliath hidup di daerah sungai-sungai dekat dari pesisir hutan Afrika Barat. Jenis kodok ini juga tergolong binatang yang terancam. Sebab populasi mereka dilaporkan terus menurun, hingga tinggal 50% dalam tiga generasi terakhir. Kodok ini selalu diburu untuk makanan khusus dan untuk perdagangan internasional hewan piaraan– antara lain untuk kompetisi lompat kodok di AS.

6. Epimeria Quasimodo

Epimeria quasimodo salah satu hewan laut yang memiliki panjang sekitar 2 inci (atau 5 centimeter). Hewan ini dijuluki si bungkuk Quasimodo sebab hewan ini berperan dalam roman tragedi Victor Hugo karena memiliki punggung yang memiliki punuk. Quasimodo merupakan salah satu dari 26 spesies amphipoda baru dari genus Epimeria berasal dari Samudera Selatan dengan duri berwarna hidup.

7. Isopod Raksasa (Bathynomus giganteus)

Hewan ini mirip sekali dengan udang, namun hewan ini bisa tumbuh lebih panjang dari seekor udang atau bisa dikatakan lebih panjang dari kucing dengan panjang 75 cm dan berat yang mencapai 1,7 kg. Isopod masuk dalam kategori krustasea, dan masih berkerabat dengan udang dan kepiting.

Isopod raksasa ini memiliki eksoskeleton dan kemampuan untuk menggulung seperti bola untuk pertahanan. Mereka memiliki tujuh pasang kaki, dua antena sensitif, dan mata majemuk yang besar.

Hewan ini hidup di bawah laut yang lebih jelasnya di perairan dingin di lepas pantai AS dan memakan bangkai ikan, paus, dan cumi-cumi dengan kedalaman 2.000 meter di bawah permukaan laut.

8. Thiolava Veneris

Thiolava veneris merupakan spesies bakteri dari Kepulauan Canary. Ketika gunung berapi bawah laut Tagoro meletus di lepas pantai El Hierro di Kepulauan Canary pada 2011, suhu air meningkat dan oksigen menurun. Hal itu dan melepaskan sejumlah besar karbon dioksida dan hidrogen sulfida, memusnahkan banyak ekosistem laut yang ada.

Tiga tahun kemudian, para ilmuwan menemukan Thiolava veneris, sebagai spesies proteobakterium yang menghasilkan struktur panjang seperti rambut. Thiolava veneris terdiri dari sel-sel bakteri. Thiolava veneris juga membentuk tikar putih besar, memanjang hampir 2.000 meter persegi di sekitar puncak kerucut vulkanik Tagoro yang baru terbentuk pada kedalaman sekitar 430 kaki (sekitar 129 sampai 132 meter).

Para peneliti menyimpulkan bahwa bakteri ini memiliki karakteristik yang unik. Dimana bisa memungkinkan mereka untuk menjajah laut yang baru terbentuk. Artinya membuka jalan bagi pengembangan ekosistem tahap awal. Mereka dijuluki bakteri tikar Venus yang berserabut.

9. Xuedytes Bellus

Xuedytes bellus merupakan spesies kumbang tanah troglobitic dari Cina. Panjangnya kurang dari setengah inci. Spesies ini ditemukan di sebuah gua di Du’an, Provinsi Guangxi. Sebagian besar Cina bagian selatan, adalah lanskap karst yang luas dan dipenuhi dengan gua. Dan dijadikan sebagai rumah bagi keragaman kumbang tanah Trechine cavernicolous (keluarga Carabidae) di dunia.

10. Armadillo Raksasa (Priodontes maximus)

Armadillo Raksasa merupakan spesies terbesar armadillo. Spesies ini dapat ditemukan di hutan tropis Amerika Selatan bagian timur dan kini berada di habitat yang bervariasi dan paling jauh berada di Argentina selatan. Spesies ini kini adalah spesies terancam.

Spesies ini memiliki berat sekitar 59 pon ketika tumbuh penuh, dan spesimen seberat 71 pon telah diukur di alam liar. Panjangnya sebesar 895 mm.

Armadillo raksasa diklasifikasikan sebagai spesies terancam oleh daftar merah World Conservation Union tahun 2002, dan dimasukan kedalam Appendix I (ditangani agar tidak punah) pada Convention on the International Trade in Endangered Species of Wild Flora and Fauna. Juga terdapat pada kebun binatang di Villavicencio, Colombia, yang disebut Los Ocarros dibuat untuk binatang ini.

11. Hiu Halmahera

Hiu Halmahera merupakan spesies baru yang memiliki panjang sekitar 71 cm dan ditemukan pada perairan Timur Indonesia. Hewan ini kenapa bisa dikatakan sebagai hiu berjalan? Sebab hewan ini bergerak tidak seperti ikan pada umumnya. Hewan ini sangat bergantung pada sirip untuk bergerak di dasar laut. Utamanya mereka mendiami perairan dangkal, dan umumnya bisa dilihat pada malam hari.

12. Hiu Berjumbai

Hiu berjumbai merupakan salah satu hewan yang aneh di dunia. Sebab para peneliti berpikir bahwannya pada abad ke 19 hewan ini sudah mati bersama dinosaurus. Namun, ini terbukti tidak benar, karena beberapa nelayan pernah menangkapnya dan juga beberapa penemuan bangkai makhluk ini.

Hiu ini terlihat mirip dengan belut, dia memiliki tubuh memanjang. Hiu berjumbai memiliki kepala berbentuk segitiga dengan tubuh abu-abu panjang. Hiu ini tidak memiliki sirip punggung besar, berbeda dengan sebagian besar spesies hiu lainnya.

13. Cumi-cumi Raksasa (Architeuthis)

Architeuthis merupakan jenis cumi-cumi laut yang termasuk kedalam keluarga Architeuthidae. Cumi-cumi raksasa dapat tumbuh dengan ukuran yang luar biasa karena gigantisme laut dalam. Cumi-cumi ini bisa di perkiraan dengan mencapai ukuran maksimum 13 meter (43 kaki) untuk betina, dan 10 meter (33 kaki) untuk jantan dari sirip posterior ke ujung dua panjang tentakel (kedua setelah cumi-cumi kolosal dengan perkiraan 14 meter (46 kaki) salah satu organisme hidup terbesar).

14. Ikan hitam

Ikan bertubuh mungil ini jika diperhatikan seperti miniatur ikan berlumur minyak. Ikan ini ditemukan di antara empat gunung berapi kuno di lepas pantai Australia. Meski tubuhnya kecil, tapi ikan ini memiliki rahang dan gigi yang sangat menyeramkan lho.

15. Ubur-ubur Keesingia gigas dan Malo bella

Ubur-ubur Keesingia gigas dan Malo bella merupakan dua spesies baru jenis ubur-ubur berbisa. Keesingia gigas terlihat di perairan pesisir di seluruh dunia tetapi sebagian besar di lepas pantai utara Australia. Umumnya, ubur-ubur menggunakan tentakel untuk menyengat mangsa. Tapi Keesingia gigas yang berukuran 50 cm tidak memiliki tentakel. Sedangkan Malo bella yang berukuran 1,9 cm adalah ubur-ubur sangat beracun yang ditemukan di Kepulauan Montebello di wilayah Pilbara Australia Barat.

16. Lalat Mata Raksasa

Lalat mata raksasa diperkirakan hidup pada 50 juta tahun yang lalu. Hal ini didasarkan pada fosil yang ditemukan di Washington. Lalat ini merupakan anggota keluarga dari “Pipunculidae”, lalat berkepala besar ini banyak dijumpai disekitaran kita. Sejumlah petani di Amerika membudidayakan lalat berkepala besar ini karena memiliki kecenderungan sebagai predator serangga pemakan daun.

17. Kelabang Tobini

Kelabang Tobini (Illacme tobini) merupakan spesies baru hewan kaki seribu yang ditemukan di dalam goa-goa marmer di Taman Nasional Sequoia di California. Hewan ini memiliki 414 kaki, 200 kelenjar racun, lebih dari 100 segmen tubuh, rambut yang mengeluarkan sutra, dan empat penis. Ini adalah sepupu evolusi dari Illacme plenipes yang memiliki 750 kaki.

19. The Salp

The Salp merupakan plankton yang mempunyai kulit transparan yang menyerap CO2 di dalam lautan. Karena sangat uniknya hewan ini, kadang membuat orang yang melihatnya mengira itu bukan makhluk hidup melainkan benda semacam plastik. Meskipun sering kali dicampakan, jangan salah Salp ini pahlawan di lautan. Salp mengonsumsi CO2 dengan menyerap ke tubuhnya yang transparan. Dengan demikian karbon di lautan bisa berkurang berkat Salp ini.

20. Ili Pika

Ili Pika merupakan hewan sejenis kelinci yang sudah lama ditemukan, namun karena sulit untuk dijumpai, maka tidak banyak dokumentasi yang diambil tentangnya. Hewan ini juga memiliki gerakan yang egitu gesit, sampai sulit terlihat. Hewan ini terletak di Distrik Ili di ujung barat Provinsi Xinjiang, Cina.

21. Ichthyophis Kohtaoensis

Ichthyophis Kohtaoensis merupakan amfibi langka yang asli dari Kamboja, Laos dan Thailand. Makhluk ini memiliki tubuh seperti ular panjang dengan ekor runcing. Reptil ini memiliki tubuh yang berwarnaabu-abu gelap dengan warna perut yang kuning kuning. Salah satu fitur yang membuat unik reptil ini adalah fakta bahwa ia memiliki dua otot yang mengontrol rahang.

22. Katak Pinokio

Katak Pinokio merupakan katak yang memiliki hidung yang lancip dan hidungnya bisa memanjang seperti pinokio. Spesies katak ini ditemukan oleh Paulus Oliver di Pegunungan Foja, di Pulau Guinea Baru, Provinsi Papua pada tahun 2008. Uniknya katak pinokio itu memanjangkan hidungnya saat ingin memperoleh perhatian pasangannya. Tidak hanya itu, hidungnya juga memanjang saat merasa terancam.

23. Olm

Olm merupakan amfibi yang berasal dari Eropa, terutama dapat ditemukan di Italia. Makhluk ini memiliki tubuh panjang berwarna putih, dengan empat kaki kecil. Sekilas terlihat sangat mirip dengan ular kecil atau pun bisa dikatakan semacam kadal.

Kadal ini menghabiskan hidupnya di gua-gua bawah tanah. Makhluk ini mempunyai mata yang tidak berkembang dan benar-benar buta. Walaupun Olm tidak dapat melihat bukan berarti tidak berdaya. Olm mengkompensasi kekurangan penglihatan dengan pendengaran yang luar biasa dan indera penciuman.

24. Kelelawar Putih

Kelelawar Putih merupakan salah satu hewan yang cukup langka yang bisa di jumpai di Honduras, Panama Barat atau di Kosta Rika. Kelelawar ini memiliki bulu putih seputih salju serta tangan, kaki dan telinga berwarna kuning. Kelelawar putih Honduras hanya bisa hidup dengan mengonsumsi buah.

25. Kakapo

Kakapo merupakan satu-satunya kakatua yang tidak bisa terbang. Sedangkan jenis kakatua lainnya bisa melakukan perjalanan melalui udara, namun sayangnya spesies ini memilih untuk berjalan kaki atau naik dari tempat satu ke tempat lainnya.

Burung ini dapat ditemukan di Selandia Baru dan sering disebut sebagai burung beo hantu. Makhluk ini mendapat julukan dari bentuk cakram bulu di sekitar mata. Burung beo ini juga ditetapkan sebagai burung beo terbesar dengan berat mencapai 8 kg.

26. Solenodon

Solendon merupakan mamalia kecil yang berasal dari Kuba dan Hispanola. Makhluk ini sangat mirip dengan tikus, sebab hewan ini memiliki bentuk mulut yang panjang dan ekor bersisik. Namun, Solenodon memiliki mulut yang fleksibel sebagai kebalikan dari tikus kesturi. Hewan ini juga dapat menyuntikkan mangsanya dengan bisa racun ular. Jadi sebaiknya jika menemui makhluk ini, segeralah mundur dikarenakan mereka akan jatuh lalu menggigit di atas topi kamu.

27. The Cherax Pulcher

The Cherax Pulcher merupakan salah satu penghuni laut yang memiliki keindahan yang memukau dan berhasil diungkap oleh ilmuwan Jerman, Christian Lukhaup pada tahun 2015 lalu. Cherax Pulcher ini adalah lobster dengan cangkang berwarna gradasi merah muda, cola, ungu dan biru dan banyak ditemukan di wilayah Hoa, Teminabuan, Kepala Burung Papua. Pulcher sendiri punya arti “Cantik”, yang diambil dari bahasa latin.

Nah itulah beberapa hewan langkah yang mungkin anda belum pernah melihatnya secara langsung. Namun meski jarang di temukan akan tetapi binatang-binatang itu memang benar ada.

Close