Pentingnya Mengetahui Rambu Lalu Lintas Untuk Memastikan Keselamatan Selama Mengendarai

Sebelum kamu pulang ke kampung halaman, terlebih dahulu kamu harus mempersiapkan perbekalan yang akan dibawa kesana. Namun selain perbekalan, pastikan kendaraan kamu baik-baik saja. Sebab beberapa hari lagi umat muslim kebanyakan ada dijalan raya yang dimana jalan raya akan penuh dengan pemudik dan akan mengalami kemacetan yang sangat parah.

Nah, sebelum kamu pulang ke kampung untuk berkumpul dengan para krabat disana, kamu juga harus mengetahui arti dari rambu-rambu yang ada dipinggir jalan yang dimana rambu tersebut bisa memberitahu bahwa adanya bahaya yang akan kamu lewati nantinya.

Sebelumnya apa saja yang kamu ketahui tentang lalu lintas? Atau jangan-jangan kamu hanya mengetahui bahwasannya lalu lintas cuma mempunyai beberapa rambu saja seperti lampu merah, kuning, dan hijau? Nah, untuk menjawab dan mempersingkat waktu dibawah ini terdapat penjelasan mengenai lalu lintas. Mari simak yuk guys..

Apa Itu Lalu Lintas?

Lalu lintas merupakan tempat dimana terjadinya perpindahan kendaraan yang dilakukan pengemudi di jalan dari suatu tempat ke tempat lainnya dengan menggunakan alat gerak dan fasilitas pendukung.

Tata cara berlalu lintas di jalan dapat diatur dengan peraturan perundangan menyangkut arah lalu lintas, perioritas menggunakan jalan, lajur lalu lintas, jalur lalu lintas dan pengendalian arus di persimpangan. Peraturan tersebut terdapat dalam Undang-undang Nomor 22 tahun 2009, yang telah didefinisikan sebagai gerak Kendaraan dan orang di Ruang Lalu Lintas Jalan.

Dengan adanya peraturan tersebut, Pemerintah mempunyai tujuan untuk mewujudkan lalu lintas yang aman, cepat, lancar, tertib dan teratur, nyaman dan efisien melalui manajemen lalu lintas dan rekayasa lalu lintas.

Namun, Lalu lintas kata awalnya berarti “Perdagangan” dan berasal dari bahasa Italia Kuno yaitu lalu lintas kata kerja dan lalu lintas kata benda. Asal kata-kata Italia tersebut memanglah tidak jelas. Tetapi, secara umum istilah ini mencakup banyak jenis lalu lintas termasuk lalu lintas jaringan, lalu lintas udara, lalu lintas laut dan lalu lintas kereta api, tetapi sering digunakan secara sempit hanya berarti lalu lintas jalan.

Komponen Lalu Lintas

Ada tiga komponen yang terdapat pada lalu lintas, yaitu jalan, manusia sebagai pengguna, dan kendaraan yang saling berinteraksi dalam pergerakan kendaraan yang memenuhi persyaratan lalu lintas dan telah mengikuti aturan lalu lintas yang ditetapkan berdasarkan peraturan perundangan. Berikut penjelasan komponen tersebut:

Jalan, Jalan merupakan lintasan yang direncanakan untuk dilalui kendaraan bermotor maupun kendaraan tidak bermotor termasuk pejalan kaki. Jalan tersebut direncanakan untuk mampu mengalirkan aliran lalu lintas dengan lancar dan mampu mendukung beban muatan sumbu kendaraan serta aman, sehingga dapat meredam angka kecelakaan lalu-lintas.

Manusia sebagai pengguna, Manusia sebagai pengguna dapat berperan sebagai pengemudi atau pejalan kaki yang dalam keadaan normal mempunyai kemampuan dan kesiagaan yang berbeda-beda (waktu reaksi, konsentrasi, dan sebagainya). Perbedaan-perbedaan tersebut masih dipengaruhi oleh keadaan fisik dan psykologi, umur serta jenis kelamin dan pengaruh-pengaruh luar seperti cuaca, penerangan atau lampu jalan dan tata ruang.

Kendaraan, Kendaraan digunakan oleh pengemudi mempunyai karakteristik yang berkaitan dengan kecepatan, percepatan, perlambatan, dimensi dan muatan yang membutuhkan ruang lalu lintas yang secukupnya untuk bisa bermanuver dalam lalu lintas.

Jenis Rambu Lalu Lintas

Rambu lalu lintas merupakan bagian dari perlengkapan jalan yang memuat lambang, huruf, angka, kalimat atau perpaduan di antaranya, yang digunakan untuk memberikan peringatan, larangan, perintah dan petunjuk bagi pemakai jalan. Rambu lalu lintas diatur menurut Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 13 tahun 2014.

Ketika kamu ingin berpergian kemana saja, pastinya kamu melihat rambu-rambu yang terdapat disekitar jalanan. Namun perlu kamu ketahui, rambu lalu lintas juga mempunyai ragam jenis, antara lain sebagai berikut:

Menurut Cara Pemasangan

Menurut cara pemasangan dan sifat pesan yang akan disampaikan maka secara garis besar sistem perambuan dapat dikelompokkan atas:

1. Rambu tetap, merupakan semua jenis rambu yang ditetapkan menurut Surat Keputusan Menteri Perhubungan yang dipasang secara tetap.

2. Rambu sementara, merupakan rambu yang dipasang dan berlaku hanya beberapa waktu, dapat ditempatkan sewaktu-waktu dan dapat dipindah-pindahkan.

Menurut Perlengkapan Rambu

Menurut alat pemasangannya rambu lalu lintas dikelompokkan sebagai berikut:

  • Rambu Konvensional, merupakan rambu lalu lintas yang berupa rambu dengan bahan yang dapat memantulkan cahaya atau retro-reflektif. Rambu konvensional terdiri atas:

1. Daun rambu, adalah pelat alumunium atau bahan lainnya yang memenuhi persyaratan teknis tempat ditempelkan atau dilekatkannya rambu. Daun rambu dapat berupa:

  1. Ukuran kecil
  2. Ukuran sedang
  3. Ukuran besar atau ukuran yang sangat besar

Setiap daun rambu wajib dipasang logo perhubungan berupa stiker di bagian depan sebelah bawah. Stiker logo perhubungan diterbitkan oleh Direktur Jenderal, gubernur, atau bupati/walikota sesuai dengan kewenangan.

2. Tiang rambu, adalah batangan logam atau bahan lainnya untuk menempelkan atau melekatkan daun rambu. Tiang rambu dapat berupa:

  1. Tiang tunggal
  2. Tiang huruf F
  3. Tiang kupu-kupu dengan tiang tunggal atau tiang gawang (gantry) dengan tiang ganda atau lebih
  • Rambu elektronik, merupakan rambu lalu lintas yang berupa rambu yang informasinya dapat diatur secara elektronik. Rambu elektronik juga digunakan untuk informasi pengendalian lalu lintas berupa peringatan, larangan, perintah, dan petunjuk.

Selain digunakan sebagaimana yang dimaksud pada pernyataan di atas, rambu lalu lintas elektronik dapat digunakan untuk:

  1. Informasi kondisi lalu lintas
  2. Informasi kondisi cuaca
  3. Informasi perbaikan jalan
  4. Kampanye keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan

Rambu lalu lintas elektronik juga mempunyai fungsi berdasarkan peringatan, larangan, perintah, dan petunjuk, antara lain sebagai berikut:

  1. Rambu Lalu Lintas elektronik yang digunakan untuk menampilkan piktogram menyerupai rambu lalu lintas konvensional atau piktogram lain-lain.
  2. Rambu Lalu Lintas elektronik yang digunakan untuk menampilkan pesan peringatan, larangan, perintah, dan petunjuk atau pesan lain-lain.
  3. Rambu Lalu Lintas elektronik yang digunakan untuk menampilkan kombinasi tampilan grafis.

Rambu-rambu Peringatan Lalu Lintas

Rambu peringatan digunakan untuk memberi peringatan kepada pengguna jalan sebab kemungkinan ada bahaya di jalan atau tempat berbahaya pada jalan dan menginformasikan tentang sifat bahaya. Kemungkinan ada bahaya merupakan suatu kondisi atau keadaan yang membutuhkan suatu kewaspadaan dari pengguna jalan. Keadaan yang membutuhkan suatu kewaspadaan dari pengguna jalan antara lain:

1. Kondisi prasarana jalan
2. Kondisi alam
3. Kondisi cuaca
4. Kondisi lingkungan
5. Lokasi rawan kecelakaan

Rambu lalu lintas berfungsi untuk memberitahukan kepada pengemudi atau bisa dikatakan seperti peringatan bahwa adanya bahaya atau memberi petunjuk yang terdiri atas:

Rambu Peringatan Perubahan Kondisi Alinyemen Horizontal

  • Peringatan tikungan ke kiri
  • Peringatan tikungan ke kanan
  • Peringatan tikungan ganda dengan tikungan pertama ke kiri
  • Peringatan tikungan ganda dengan tikungan pertama ke kanan
  • Peringatan tikungan tajam ke kiri
  • Peringatan tikungan tajam ke kanan
  • Peringatan tikungan tajam ganda dengan tikungan pertama ke kiri
  • Peringatan tikungan tajam ganda dengan tikungan pertama ke kanan
  • Peringatan banyak tikungan dengan tikungan pertama ke kiri
  • Peringatan banyak tikungan dengan tikungan pertama ke kanan
  • Peringatan tikungan memutar ke kiri
  • Peringatan tikungan memutar ke kanan
  • Peringatan penyempitan badan jalan di bagian kiri dan kanan
  • Peringatan pelebaran badan jalan di bagian kiri dan kanan
  • Peringatan penyempitan badan jalan di bagian kiri
  • Peringatan penyempitan badan jalan di bagian kanan
  • Peringatan pelebaran badan jalan di bagian kiri
  • Peringatan pelebaran badan jalan di bagian kanan
  • Peringatan pengurangan lajur kiri
  • Peringatan pengurangan lajur kanan
  • Peringatan penambahan lajur kiri
  • Peringatan penambahan lajur kanan
  • Peringatan jembatan atau peringatan penyempitan bagan jalinan jalan tertentu

Rambu Peringatan Perubahan Kondisi Alinyemen Vertikal

  • Peringatan turunan landai
  • Peringatan turunan curam
  • Peringatan tanjakan landai
  • Peringatan tanjakan curam

Rambu Peringatan Kondisi Jalan Berbahaya

  • Peringatan permukaan jalan yang licin
  • Peringatan bagian tepi jalan yang tidak sama tinggi dengan badan jalan
  • Peringatan jurang
  • Peringatan tepi air
  • Peringatan permukaan jalan yang cekung atau berlubang
  • Peringatan permukaan jalan yang cembung, peringatan alat pembatas kecepatan
  • Peringatan jalan bergelombang
  • Peringatan lontaran kerikil
  • Peringatan bagian tepi jalan sebelah kiri yang rawan runtuh
  • Peringatan bagian tepi jalan sebelah kanan yang rawan runtuh

Rambu Peringatan Pengaturan Lalu Lintas

  • Peringatan pengaturan persinyalan
  • Peringatan persimpangan prioritas
  • Peringatan konstruksi pemisah jalur lalu lintas

Rambu Peringatan Lalu Lintas Kendaraan Bermotor

  • Peringatan banyak lalu lintas angkutan barang
  • Peringatan banyak lalu lintas angkutan barang tipe curah atau cair
  • Peringatan banyak lalu lintas angkutan barang berbahaya dan beracun
  • Peringatan banyak lalu lintas angkutan barang mudah terbakar
  • Peringatan banyak lalu lintas angkutan umum
  • Peringatan banyak lalu lintas kendaraan berat

Rambu Peringatan Selain Lalu Lintas Kendaraan Bermotor

  • Peringatan banyak lalu lintas pejalan kaki menggunakan fasilitas penyeberangan
  • Peringatan banyak lalu lintas pejalan kaki
  • Peringatan banyak lalu lintas pejalan kaki anak-anak
  • Peringatan banyak lalu lintas penyandang cacat
  • Peringatan banyak lalu lintas sepeda
  • Peringatan banyak hewan ternak melintas
  • Peringatan banyak hewan liar melintas.

Rambu Peringatan Kawasan Rawan Bencana

  • Peringatan kawasan rawan bencana tsunami
  • Peringatan kawasan rawan bencana gempa bumi
  • Peringatan kawasan rawan bencana gunung meletus.

Rambu Peringatan Lainnya

  • Peringatan yang ditegaskan dengan menggunakan papan tambahan
  • Peringatan pekerjaan di jalan
  • Peringatan tinggi ruang bebas
  • Peringatan lebar ruang bebas
  • Peringatan pintu perlintasan sebidang kereta api
  • Peringatan perlintasan sebidang kereta api tanpa pintu
  • Peringatan lalu lintas pesawat terbang yang terbang rendah
  • Peringatan hembusan angin kencang
  • Peringatan lalu lintas dua arah
  • Peringatan jembatan angkat

Rambu Peringatan dengan Kata-Kata

Rambu peringatan dengan kata-kata sebagaimana digunakan dalam hal tidak terdapat lambang untuk memberi peringatan kemungkinan ada bahaya di jalan atau tempat berbahaya pada jalan dan sifat bahaya, antara lain rambu peringatan dengan kata-kata “RAWAN KECELAKAAN”. Rambu peringatan dengan kata-kata ditempatkan sesuai dengan kebutuhan.

Rambu Keterangan Tambahan Jarak Lokasi Kritis

  • Peringatan yang menerangkan bahwa lokasi kritis berjarak 450 (empat ratus lima puluh) meter dari lokasi rambu
  • Peringatan yang menerangkan bahwa lokasi kritis berjarak 300 (tiga ratus) meter dari lokasi rambu
  • Peringatan yang menerangkan bahwa lokasi kritis berjarak 150 (seratus lima puluh) meter dari lokasi rambu.

Rambu Peringatan Pengarah Gerakan Lalu Lintas

  • Peringatan rintangan atau objek berbahaya pada sisi jalan sebelah kiri
  • Peringatan rintangan atau objek berbahaya pada sisi jalan sebelah kanan
  • Peringatan rintangan atau objek berbahaya pada pemisal lajur atau jalur
  • Pengarah tikungan ke kiri
  • Pengarah tikungan ke kanan

Lalu, Apakah Zebra Cross Termasuk Rambu Lalu Lintas?

Iya, Zebra cross juga termasuk ke dalam rambu lalu lintas, sebab Zebra cross adalah tempat penyeberangan di jalan yang diperuntukkan bagi pejalan kaki yang akan menyeberangi jalan, dan untuk para pejalan kaki yang berjalan di atas zebra cross akan mendapatkan perioritas terlebih dahulu untuk berjalan duluan.

Zebra Cross dinyatakan dengan marka jalan (suatu tanda yang berada di permukaan jalan atau di atas permukaan jalan yang meliputi peralatan atau tanda yang membentuk garis membujur, garis melintang, garis serong serta lambang lainnya yang berfungsi untuk mengarahkan arus lalu lintas dan membatasi daerah kepentingan lalu lintas) yang dimana zebra corss berbentuk garis membujur berwarna putih dan hitam yang tebal garisnya 300 mm dan dengan celah yang sama dan panjang sekurang-kurangnya 2500 mm.

Dengan adanya zebra cross, yang akan masih ditambah lagi nantinya agar pejalan kaki yang akan menyeberang dapat terlihat oleh pengemudi kendaraan di jalan.

Kenapa disebut sebagai zebra cross? Karena menggunakan warna hitam dan putih seperti warna pada hewan zebra dari kelompok hewan kuda yang hidup di Afrika.

 

 

Itulah penjelasan mengenai lalu lintas serta rambu-rambu yang wajib kita patuhi ketika kita berlalu lintas di jalan raya. Dengan adanya rambu-rambu, kita bisa mengetahui bahwa adanya bahaya atapun dapat membantu kita untuk mengarahkan ke tempat tujuan yang akan kita tuju. Sekarang kalian sudah mengetahuinya dan memahaminya bukan? Semoga bermanfaat ya guyss.. Tunggu artikel selanjutnya yaa

Close