Mineral, Pengertian Serta Jenis Dan Fungsinya

Mungkin banyak orang yang sering mengatakan jika tubuh kita juga membutuhkan mineral selain gizi dan juga vitamin. Ada pula yang mengatakan jika mineral dapat ditemukan dari sayur atau buah yang dikonsumsi. Meski tidak salah namun banyak orang yang belum begitu memahami arti sebenarnya dari mineral. Nah, ada baiknya jika kita simak bersama ulasan berikut ini.

Apa Itu Mineral?

Mineral adalah padatan senyawa kimia homogen, non-organik yang memiliki bentuk teratur (sistem kristal) dan terbentuk secara alami. Mineral merupakan zat gizi yang diperlukan oleh tubuh manusia untuk mendukung proses tumbuh dan berkembang dalam jumlah yang sedikit. Mineral memilki komposisi unsur murni dan juga garam sederhana yang kompleks dengan beberapa macam bentuk hingga ribuan bentuk.

Mineral, berasal dari kata “mine” di dalam bahasa Inggris yang berarti ‘tambang’, ‘pertambangan’. Kemudian “miner” berarti ‘penambang’, ‘petambang’, alias orang yang bekerja di pertambangan. Dan akhirnya, diberi akhiran ‘al’ maka jadilah kata mineral. Dalam mendefinisikan arti mineral ada banyak sekali, tergantung dari pandangan apa pengertian dari mineral itu sendiri, bisa dari ilmu farmasi atau juga ilmu geologi.

Pengertian mineral dari sudut pandang ilmu geologi adalah suatu benda yang dibentuk dengan melewati proses dari alam dan umumnya memiliki bentuk yang padat dan juga tersusun dari beberapa kandungan kimia. Ilmu yang mempelajari mengenai hal-hal yang berkaitan dengan mineral adalah miteralogi.

Mineral merupakan sebuah substansi anorganik yang diperlukan tubuh dalam jumlah yang kecil guna berbagai fungsi tubuh. Vitamin berbeda dengan mineral, hal ini karena vitamin merupakan senyawa yang terdiri dari berbagai unsur seperti; karbon, hidrogen dan oksigen.

Definisi mineral menurut beberapa ahli :

  • L.G. Berry dan B. Mason, 1959

Mineral merupakan benda padat homogen yang terbentuk secara anorganik, yang memiliki komposisi kimia pada batasan terentu dan tersusun oleh atom-atom yang teratur. 2.

  • D.G.A Whitten dan J.R.V. Brooks, 1972

Mineral adalah bahan padat yang secara struktural homogen mempunyai komposisi kimia tertentu dan dibentuk oleh peristiwa anorganik.

  • A.W.R. Potter dan H. Robinson, 1977

Mineral adalah suatu zat atau bahan yang homogen yang mempunyai komposisi kimia tertentu atau dalam batas-batas dan memiliki sifat tetap dibentuk di alam dan bukan hasil suatu kehidupan.

Mineral adalah unsur kimia individu, mineral tidak bisa rusak, kandungan mineral dari berbagai macam makanan yang biasanya disebut dengan “abu”, hal ini disebabkan karena mineral adalah zat yang tersisa dari makanan sesudah semua makanan tersebut hancur pada suhu tinggi atau di degradasi oleh bahan kimia. Pada tubuh manusia, mineral terdiri dari sekitar 4% dari berat badan orang dewasa.

Orang menggunakan mineral untuk memproduksi berbagai macam keperluan. Contohnya grafit digunakan untuk isi pensil, serbuk talcum untuk membuat bedak.

Tubuh kita memerlukan sekitar 14 jenis mineral, diantaranya kalsium, posfor, potasium, sodium, besi, iodium dan seng. Mineral merupakan nutrisi yang sedikit mengandung atom karbon. Satu jenis makanan yang kamu konsumsi ternyata dapat mengandung lebih dari satu jenis zat gizi, misalnya pada susu terkandung protein, lemak dan mineral berupa kalsium. Dan berikut Fungsi dari mineral tersebut.

Fungsi Mineral

Kebutuhan setiap manusia pada mineral sangat bervariasi dan berbeda-beda tergantung dari umur, jenis kelamin, kesehatan dan juga kondisi fisiologis, seperti kehamilan. Mineral memiliki nilai biologis yang sangat penting untuk mempertahankan fungsi fisiologis dan struktural, mencegah defisiensi dan juga mencegah turunnya kondisi kesehatan tubuh.

Berikut merupakan funsgi dari mineral;

  • Membantu dan melindungi kesehatan otot, jantung serta saraf.
  • Mengatur tekanan osmotik pada tubuh.
  • Menghasilkan beragam jenis enzim.
  • Memelihara, mengeraskan serta mengatur tulang dan proses faal pada tubuh.
  • Sebagai katalis pada beragam proses biokimia yang terjadi pada tubuh.
  • Kontraksi pada otot dan respon saraf.
  • Pembentukan struktur jaringan lunak serta keras, dalam kerja sistem enzim.
  • Membantu dalam pembuatan antibodi.
  • Melindungi keseimbangan air serta asam basa dalam darah.
  • Membuat kerangka tubuh, otot, dan gigi.
  • Sebagai aktivator yang berperan dalam enzim serta hormon.
  • Melindungi kesehatan tulang.
  • Melindungi fungsi otak.
  • Mencegah nyeri otot.
  • Berperan dalam proses pembangunan sel.
  • Mengangkut oksigen ke semua tubuh.

Macam-macam Mineral

Berdasarkan oleh takaran mineral, jumlah kebutuhan dalam per hari mineral dapat dibagi menjadi 3 jenis, antara lain;

1. Major Minerals

Major minerals atau mineral utama adalah mineral yang diperlukan oleh tubuh dalam jumlah yang cukup banyak, yaitu sekitar lebih dari 100mg, termasuk diantaranya kalsium, magensium, kalium, kalsium, sulfur, natrium, fosfor, dan klorida.

2. Trace Minerals

Trace Minerals dibutuhkan pada tingkat sekitar kurang dari 100 mg per hari. Terdapat 9 jenis mineral yang termasuk dalam kategori ini, antara lain; zat besi, fluoride, mangan, seng, yodium, selenium, tembaga, molibdenum dan kromium.

3. Ultratrace Minerals

Ultratrace minerals adalah mineral yang terdapat di dalam tubuh manusia, akan tetapi jumlah kebutuhan mineral jenis ini tidak diketahui. Mineral ini termasuk kedalam kategori arsenik, nikel, boron, silikon serta vanadium.

Berdasarkan kebutuhannya di dalam tubuh, mineral dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu sebagai berikut ini:

1. Makroelemen

Jenis mineral ini merupakan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah yang cukup besar. Mineral yang termasuk dalam jenis makroelemen misalnya kalsium, kalium, natrium, magnesium, belerang, fosfor dan klor.

2. Mikroelemen

Ini merupakan jenis mineral yang dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah yang kecil saja tidak sebanyak dalam makroelemen. Contoh beberapa jenis mineral ini misalnya saja kolbat, molybdenum, mangan, zat besi dan selenium.

Mineral Yang Dibutuhkan Oleh Tubuh

Mineral memegang peranan yang sangat penting dalam pemeliharaan fungsi tubuh, baik pada tingkat sel, jaringan, organ, maupun fungsi tubuh secara keseluruhan. Di samping itu, mineral juga berperan sebagai katalis dan kofaktor aktivitas berbagai enzim dalam setiap tahap metabolisme. Berikut ini beberapa mineral yang dibutuhkan oleh tubuh guna menunjang kesehatan.

1. Kalsium (Ca)

Kalsium adalah salah satu mineral yang sangat penting dan juga sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia. Kalsium berfungsi untuk membantu proses pembentukan tulang dan gigi serta dibutuhkan untuk proses pembekuan darah, transmisi sinyal sel saraf dan kontraksi otot.

2. Magnesium (Mg)

Magnesium memegang peranan penting sebagai kofaktor berbagai enzim dalam tubuh. Magnesium bertindak sebagai katalisator dalam reak­si-reaksi biologis di dalam tubuh. Termasuk reaksi yang berkaitan dengan metabolisme energi, karbohidrat, lemak, protein dan asam nukleat.

Kegu­naan lain magnesium pada lansia atau lanjut usia adalah membantu pe­nyerapan kalsium oleh tubuh untuk menjaga kesehatan tulang dari risiko osteoporosis. Bahan nabati seperti halnya sayuran hijau, kacang-kacangan, dan biji-bijian merupakan sumber magnesium yang baik. Sedangkan buah-buahan umumnya mengandung sedikit magnesium.

3. Fosfor

Ini mineral yang sangat penting yang ditemukan di setiap sel tunggal. Fosfor merupakan komponen kunci dari struktur yang mendasari DNA dan juga membantu membentuk membran sel yang mengontrol apa yang bisa dan tidak bisa masuk ke dalam sel individu.

Seperti kalsium, fosfor berkontribusi dalam kekuatan gigi dan tulang. Fosfor juga membantu sel-sel individual untuk mengubah makanan menjadi energi dan juga merupakan pemain utama dalam sistem yang menjaga kadar keasaman yang seimbang dalam tubuh.

4. Natrium

Natrium bertanggung jawab untuk pengaturan kandungan air tubuh dan keseimbangan elektrolit. Pengendalian kadar natrium tubuh tergantung pada keseimbangan antara pengeluaran dan penyerapan natrium di ginjal, yang diatur oleh sistem saraf dan hormon. Natrium juga dibutuhkan untuk penyerapan zat-zat gizi tertentu dan air dari usus.

Natrium merupakan komponen garam dapur yang dikenal sebagai natrium klorida (NaCl). Hampir semua makanan mentah mengandung sejumlah kecil natrium klorida (garam dapur). Namun, garam sering ditambahkan dalam pembuatan, pemasakan dan penyajian makanan.

5. Zat Besi

Merupakan sebuah trace element yang sangat dibutuhkan dalam memproduksi hemoglobin, komponen sel darah merah yang nanti akan membawa oksigen keseluruh tubuh. Orang yang kekurangan zat besi akan mudah merasa lelah, karena tubuh mereka kekurangan oksigen. Zat besi adalah bagian dari mioglobin yang berfungsi untuk membantu menyimpan oksigen pada otot.

6. Yodium

Mungkin anda sering mendengar jenis mineral yang satu ini karena sangat berkaitan dengan garam yodium. Mineral yodium ini sangat penting keberadaannya bagi tubuh karena fungsi utamanya adalah sebagai pembentuk hormone tiroksin dimana hormone ini merupakan pengendali dari berbagai aktivitas tubuh serta mengendalikan pertumbuhan seseorang. Sumber dari yodium ini antara lain adalah:

  • Ikan laut
  • Tiram dan kerang
  • Garam yodium
  • Serta makanan lainnya yang berasal dari laut.

Akibat dari kekurangan yodium ini dapat mengakibatkan tubuh mengalami kretinisme atau kerdil dan menimbulkan pembengkakan pada kelenjar getah bening di leher atau biasanya disebut sebagai gondok atau Gangguan akibat kekurangan yodium (GAKY).

7. Potasium

Potasium adalah mineral penting yang membantu mengatur fungsi jantung, tekanan darah dan saraf dan aktivitas otot. Kalium juga dibutuhkan untuk metabolisme karbohidrat dan protein dan membantu menjaga pH yang tepat dalam tubuh.

Mineral dapat disimpan dalam berbagai jaringan pada seluruh tubuh manusia. Beberapa jenis mineral perlu tetap dalam aliran darah guna menjaga keseimbangan dan juga fungsi cairan tubuh. Mineral yang lainnya, seperti kalsium, magnesium, fluoride, dan fosfor disimpan dalam tulang. Seng, tembaga, besi dan banyak jenis trace mineral yang disimpan dalam hati. Sementara itu jenis mineral yang lainnya disimpan dalam jaringan otot, kelenjar, atau di organ. Namun ada hal lain juga yang perlu anda ketahui.

Dikatakan baik bagi tubuh, namun Asupan mineral yang terlalu banyak terlebih zat besi dan tembaga mempunyai efek yang beracun. Sehingga konsumsi suplemen terutama suplemen trace mineral dapat berpotensi toksisitas. Oleh sebab itu perlu diperhatikan jumlah mineral yang terkandung dalam suplemen.

Potensi toksisitas akan semakin meningkat apabila mengkonsumsi mineral dari suplemen serta makanan sehingga asupan mineral dapat berlebihan. Selain itu ada juga jenis mineral yang mempunyai efek toksisitas dan menjadi cemaran pada beberapa produk makanan seperti logam aktif yaitu timbal.

Untuk itu demikianlah pembahasan mengenai Pengertian mineral, jenis serta fungsinya. Semoga ulasan diatas memberi manfaat serta pengetahuan bagi pembaca.

Related Articles

Close