Terapi Ozon, Berikut Manfaat dan Resiko Yang Bisa Ditimbulkan Untuk Kesehatan

Di dalam dunia kesehatan, ada banyak sekali jenis terapi yang telah berhasil diciptakan. Tentu saja pembuatan terapi ini diklaim bisa memberikan manfaat bagi kesehatan.

Beberapa waktu yang lalu, dunia kesehatan sempat ramai menjadi bahan perbincangan karena penemuan terapi unik yang dikenal dengan sebutan Cryotherapy. Dikatakan unik, adalah karena terapi ini menerapkan konsep pendinginan pada tubuh untuk tujuan kesehatan.

Selain Cryotherapy, ada pula terapi unik lainnya yang dikenal dengan sebutan Budwig Protocol, yang digunakan untuk mengobati penyakit kanker dan yang paling baru lagi adalah terapi ozon, yang juga katanya bisa mengobati sejumlah penyakit.

Anda pasti baru pertama kali kan mendengar nama terapi ozon ini? Atau apakah mungkin anda sudah pernah mendengar tentang terapi ini sebelumnya? 

Untuk anda yang baru pertama kali mendengar istilah ini, yuk sama-sama belajar dan menambah wawasan anda dengan membaca informasinya di artikel ini.

Sedangkan bagi anda yang memang sudah tidak asing lagi dengan jenis terapi ini, anda bisa kembali me-review pengetahuan anda dengan membacanya lagi. Mungkin saja ada beberapa hal yang masih belum anda ketahui dan bisa anda dapatkan di sini.

Mengenal Apa Itu Terapi Ozon

Seperti yang anda ketahui, ozon adalah gas tak berwarna yang terdiri dari tiga atom oksigen yang sangat berbahaya untuk kesehatan manusia. Ozon dihasilkan melalui percampuran cahaya ultraviolet dengan atmosfer bumi.

Nah, anda pasti bertanya-tanya kan mengapa sesuatu yang sangat berbahaya untuk kesehatan ini bisa digunakan sebagai terapi untuk mengobati jenis penyakit tertentu? Itu semua karena jeniusnya pemikiran manusia yang didukung oleh perkembangan teknologi kesehatan pastinya.

Terapi ini digunakan sebagai terapi alternatif untuk memperbaiki asupan dan penggunaan oksigen di dalam tubuh serta untuk mengaktifkan sistem kekebalan tubuh.

Dalam dunia medis, terapi ozon digunakan untuk mendesinfeksi (proses pembuangan semua mikroorganisme patogen pada objek yang tidak hidup, dengan pengecualian pada endospora bakteri) dan mengobati penyakit dengan membatasi efek bakteri, virus, jamur, ragi dan protozoa.

Penerapan Terapi Ozon

Kehadiran terapi ozon ini tampaknya akan sangat membantu dokter dalam melakukan tugasnya, terutama untuk menyembuhkan penyakit tertentu.

Terapi ozon ini dapat diterapkan melalui suntikan. Beberapa periset percaya bahwa ozon memiliki efek terapeutik. Terapi ini telah dipelajari dan digunakan selama lebih dari 150 tahun.

Lapisan ozon ini ditemukan di stratosfer bumi. Tujuan utamanya adalah untuk melindungi bumi dari radiasi ultraviolet matahari, yang sebagian besar diserapnya.

Dalam pengobatan, terapi ozon digunakan untuk mendesinfeksi dan mengobati kondisi kesehatan dengan cara mendisinfeksi area di sekitar mereka, memperbaiki asupan dan penggunaan oksigen tubuh, serta mengaktifkan sistem kekebalan tubuh.

Menggunakan gas untuk perawatan medis adalah hal yang jarang atau tidak biasa terjadi. Itulah sebabnya mengapa diperlukan adanya teknik khusus untuk bisa menggunakannya.

Jika tidak menggunakan perhitungan yang tepat dan teknik yang benar, hal yang sebaliknya lah yang akan terjadi. Ozon tersebut bisa menjadi racun saat dihirup.

Kegunaan Terapi Kesehatan Dengan Menggunakan Gas O3

Seperti yang sudah anda ketahui dari penjelasan di atas, terapi dengan menggunakan gas beracun yang dikenal sebagai ozon ini, digunakan oleh para ahli untuk mengobati beberapa jenis penyakit. Hal tersebut memang terbukti di dalam beberapa cara pengobatan.

Saat pertama kali digunakan sekitar kurang lebih 150 tahun yang lalu, cara ini memang sudah dipakai untuk mendisinfeksi dan mengobati penyakit.

Selama Perang Dunia Pertama yang terjadi di masa lalu, penerapannya pada luka tidak hanya menunjukkan kemampuannya untuk mendesinfeksi, tetapi juga untuk membantu aliran darah menjadi lebih lancar dan juga bisa menghasilkan efek anti-inflamasi (anti-peradangan).

Nantinya, terapi ini diharapkan bisa menjadi pengobatan yang berguna untuk para pasien yang memiliki HIV, sebelum obat farmasi ditemukan atau tersedia untuk mengobati penyakit tersebut.

Sedangkan untuk saat ini, terapi ozon bisa digunakan untuk mengobati beberapa masalah kesehatan, yang diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Luka yang terinfeksi
  • Gangguan pada peredaran darah
  • Gangguan geriatri, yaitu masalah kesehatan pada lanjut usia yang menyangkut aspek Promotof, Preventif, Kuratif dan Rehabilitatif serta Psikososial yang menyertai kehidupan lanjut usia.
  • Degenerasi makula, yaitu kondisi medis kronik yang tidak dapat diperbaiki, yang menyebabkan hilangnya penglihatan sentral karena kerusakan macula, atau bagian tengah pada retina.
  • Penyakit yang disebabkan oleh virus
  • Rematik dan Artritis (penyakit yang bersifat kronis dan terjadi seumur hidup. Penyakit ini biasanya menyerang pria dan wanita yang berusia di atas 55 tahun. Pasien dengan arthritis umumnya menderita pembengkakan dan kekakuan pada sendi, sehingga menyebabkan gerakan tubuh menjadi sulit dan menyakitkan).
  • Kanker
  • SARS (salah satu jenis penyakit pneumonia)
  • AIDS

Meskipun pada dasarnya ozon adalah gas, namun dengan adanya perkembangan teknologi, gas ini bisa dipakai menjadi lebih berarti dan dapat digunakan dalam beberapa bentuk dan cara yang berbeda, diantaranya:

  • Minyak zaitun ozonated dioleskan langsung ke tubuh
  • Insuflasi, yaitu terapi berisiko dimana ozon akan ditiupkan ke dalam rektum
  • Air ozonated, yang diaplikasikan dengan cara diminum. Air ini bisa memperbaiki fungsi otak, melawan bakteri dan mempercepat penyembuhan.
  • Melalui suntikan, yang paling sering digunakan dalam kedokteran gigi
  • Autohemotherapy, dimana darah akan ditarik, kemudian dicampur dengan ozon dan dimasukkan kembali ke aliran darah
  • Terapi di dalam bak mandi gas atau sauna

Manfaat Terapi Ozon

Untuk menguji keefektifannya, para ahli telah melakukan sejumlah penelitian. Secara keseluruhan, terdapat beberapa penelitian yang menjanjikan, yang telah mendapatkan informasi tentang bagaimana ozon yang begitu beracunnya bisa bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

Adapun beberapa manfaat yang bisa didapatkan dari terapi gas beracun ini, antara lain:

  • Meng-inaktivasi (membuat tidak aktif atau meng-nonaktifkan) bakteri, virus, jamur, parasit, ragi dan protozoa
  • Merangsang sistem kekebalan tubuh untuk mempercepat penyembuhan
  • Memperbaiki sirkulasi darah dengan cara membersihkan arteri dan vena
  • Memurnikan darah dan getah bening
  • Normalisasi hormon dan produksi enzim
  • Memiliki sifat anti-inflamasi (anti peradangan)
  • Mengurangi rasa sakit
  • Menghentikan pendarahan
  • Mencegah shock (kejutan)
  • Memperkecil kerusakan yang terjadi akibat stroke
  • Mengurangi aritmia jantung ataupun ritme jantung abnormal
  • Mengurangi resiko dari komplikasi diabetes
  • Memperbaiki fungsi otak dan memori

Bagaimanakah Tingkat Keamanan Terapi Ini?

Dari sebuah review didapat laporan bahwa terapi ozon yang digunakan dalam medis ini memiliki efek yang konsisten dan juga aman. Namun meskipun begitu, tidak bisa dipungkiri kalau ozon sendiri memang memiliki efek berbahaya.

Paparan ozon memiliki kaitan yang besar pada peningkatan resiko kematian, yang diakibatkan oleh penyakit pernafasan yang signifikan dan memiliki efek toksik yang sangat terkenal, yang menyerang organ paru-paru ketika bertemu dengan nitrogen dioksida dalam asap.

Bahkan dalam jumlah yang sangat kecil sekalipun, ozon bisa mengiritasi paru-paru dan tenggorokan, mengakibatkan batuk, sesak napas dan kerusakan jaringan paru-paru yang lebih rentan terhadap infeksi.

Pada beberapa kasus, terapi ozon juga diketahui memiliki efek yang buruk untuk kesehatan, yang bahkan beberapa di antaranya bisa dibilang cukup parah. Adapun efek samping yang dimaksud tersebut meliputi:

  • Mengakibatkan sesak napas dan masalah pernafasan lainnya
  • Inaktivasi enzim
  • Berpotensi untuk menyebabkan pembengkakan pada pembuluh darah
  • Menyababkan sirkulasi darah menjadi buruk
  • Menimbulkan masalah kesehatan pada jantung
  • Peningkatan resiko stroke
  • Kerusakan pada gendang telinga melalui insuflasi telinga
  • Usus pecah karena insufflasi rektum
  • Menyebabkan emboli paru dan kematian saat diberikan secara intravena

Meskipun bisa menimbulkan efek samping, namun anda tidak perlu khawatir atau takut untuk menggunakan terapi ini, karena efek samping yang disebutkan di atas tadi jarang terjadi. Selain itu, dalam keadaan normal terapi ozon masih dianggap aman untuk digunakan.

Efek Samping Yang Ditimbulkan

Karena terapi ini memiliki efek samping yang kurang baik, ya walaupun memang terbilang jarang ada kasusnya, namun anda tetap perlu berhati-hati.

Ada baiknya jika anda terlebih dahulu mendiskusikan potensi resiko dan manfaat yang bisa diberikan terapi ini dengan dokter anda. Mereka akan membantu untuk memberikan informasi yang anda butuhkan dan memberikan saran sebelum anda melakukannya.

Efek samping yang bisa ditimbulkan dari penggunaan terapi ozon ini sangatlah bervariasi, tergantung pada jenis perawatan yang dipilih atau digunakan oleh pasien.

Tapi terlepas dari semuanya itu, satu hal yang pasti yang harus anda tahu adalah bahwasannya ozon tersebut tidak boleh dihirup dalam keadaan apapun.

Jika sampai masuk ke dalam mulut, hidung, ataupun mata, bisa mengakibatkan sensasi seperti terbakar dan menyebabkan batuk, mual, muntah, atau sakit kepala. Pemaparan yang lebih parah lagi bisa menyebabkan komplikasi pernafasan.

Bukan hanya terapi ozon, metode pengobatan yang lainnya juga memiliki sejumlah efek samping, seperti yang dituliskan oleh American Center for Biological Medicine.

Salah satu efek samping utama yang akan dirasakan oleh orang-orang yang melakukan jenis pengobatan atau terapi ini, yang paling terkenal adalah reaksi Herxheimer (reaksi yang terjadi dalam jangka waktu yang pendek). Reaksi ini bisa membuat individu memiliki gejala mirip flu dan membuat mereka merasa lebih buruk dalam jangka pendek.

Jika terapi ozon diberikan, khususnya yang dilakukan dengan menggunakan insuflasi melalui rektum, orang tersebut kemungkinan akan mengalami ketidaknyamanan ringan, kram dan merasa seolah-olah harus melewati gas. Tapi tenang saja, karena efek samping ini bersifat sementara.

Kalau yang di atas tadi disebutkan efek samping negatif dari penggunaan terapi, sekarang giliran anda mengetahui efek samping dari segi yang positifnya, yaitu:

  • Kuku dan rambut tumbuh lebih lama dan lebih kuat
  • Kulit memiliki cahaya yang lebih sehat
  • Membuat seseorang memiliki energi yang lebih banyak
  • Lebih mudah tidur

Yah, intinya adalah jika anda ingin hasil yang anda dapatkan dari penggunaan terapi ini berjalan dengan maksimal, maka anda harus berkonsultasi dengan dokter sebelum melakukan terapi tersebut.

Kesimpulan

Dari penjelasan di atas, bisa ditarik kesimpulan bahwasannya terapi yang menggunakan gas ozon ini memang memilik manfaat yang baik untuk kesehatan, terutama dalam mengobati beberapa jenis penyakit.

Tapi meskipun demikian, ozon tetaplah gas yang berbahaya jika cara penggunaannya tidak benar. Selain itu, terapi ini juga menimbulkan beberapa efek penggunaan yang negatif, walaupun hal tersebut jarang terjadi.

Oleh karena itu, untuk meminalkan kemungkinan buruk yang bisa terjadi, anda disarankan untuk membicarakannya terlebih dulu dengan dokter anda.

Demikianlah informasi ini kami sampaikan, semoga bisa bermanfaat untuk anda.

Related Articles

Close